Karangdawa (KKM-MI) – Dalam suasana penuh khidmat, kegiatan bulanan rutin Istighosah, Tahlil, dan Doa Bersama kembali digelar di MI Asy-Syafi’iyah 01 Karangdawa pada Jumat Kliwon (29/11). Acara yang dihadiri oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan ini bertujuan memperkuat spiritualitas warga madrasah, sekaligus memohon kemudahan dalam menghadapi SAS (Sumatif Akhir Semester) Gasal, yang akan berlangsung mulai tanggal 2 hingga 7 Desember 2024.
Dipimpin langsung oleh Pembina Keagamaan, kegiatan diawali dengan pembacaan istighosah sebagai bentuk permohonan ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT. Suasana hening dan syahdu menyelimuti setiap peserta, yang khusyuk melantunkan doa-doa harapan. Acara ini dilanjutkan dengan tahlil, yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan di madrasah ini, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu dan doa untuk keberkahan bersama.

Kepala MI Asy-Syafi’iyah 01 Karangdawa, Ibu Masruroh, dalam sambutannya menyampaikan motivasi kepada siswa untuk selalu menjaga semangat belajar dan mendekatkan diri kepada Allah. “Semoga dengan kegiatan ini, kita semua diberi kemudahan dalam menghadapi SAS Gasal dan memperoleh hasil yang terbaik. Jangan lupa untuk terus berdoa, belajar, dan menjaga kedisiplinan,” pesannya penuh semangat.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai religius di kalangan siswa dan guru. Menurut salah satu guru, acara ini memberikan ketenangan batin sekaligus memupuk rasa percaya diri siswa dalam menghadapi ujian. “Istighosah dan doa bersama seperti ini sangat penting untuk membangun mental spiritual siswa. Dengan hati yang tenang, insyaAllah mereka lebih siap menghadapi tantangan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pembina keagamaan, diikuti lantunan “Aamiin” yang menggema dari seluruh peserta. Dengan semangat kebersamaan dan keberkahan doa, diharapkan seluruh warga MI Asy-Syafi’iyah 01 Karangdawa siap menghadapi ujian dengan lebih percaya diri dan hasil yang gemilang. Semoga tradisi istighosah ini terus menjadi pilar kekuatan spiritual bagi madrasah dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berprestasi.