Lebaksiu – MTsN 1 Tegal terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan agama yang aplikatif kepada peserta didiknya. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan praktik pemulasaran jenazah yang menggunakan sistem halaqah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik laki-laki kelas 9 dan berlangsung di indoor madrasah pada Kamis (13/3).
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai tata cara pemulasaran jenazah, tetapi juga diajak untuk praktik langsung. Materi yang diberikan meliputi seluruh tahapan pemulasaran, mulai dari cara memandikan jenazah, mengkafani, menyolatkan, mengadzani, hingga tata cara penguburan jenazah. Dengan bimbingan langsung dari pemateri, H. Bambang Heri S., siswa mengikuti setiap tahap dengan penuh perhatian dan kesungguhan.
H. Bambang Heri S. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembekalan bagi para siswa agar memiliki keterampilan keagamaan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Ilmu pemulasaran jenazah adalah bagian dari fardu kifayah, sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami dan mampu mengamalkannya. Dengan adanya praktik ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menerapkannya ketika diperlukan di lingkungan mereka,” ungkapnya.
Para siswa terlihat antusias dalam mengikuti setiap tahap praktik, mereka bekerja secara berkelompok dan bergantian untuk mencoba masing-masing bagian dari proses pemulasaran. Beberapa siswa mengaku bahwa pengalaman ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat.
Kegiatan praktik pemulasaran jenazah dengan sistem halaqah ini menjadi salah satu langkah inovatif MTsN 1 Tegal dalam memberikan pendidikan berbasis praktik yang aplikatif bagi siswa. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini tidak hanya bermanfaat selama di bangku sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga siswa memiliki kontribusi nyata dalam lingkungan sosial dan keagamaan mereka.
Dengan adanya kegiatan ini, MTsN 1 Tegal tidak hanya membentuk siswa yang unggul dalam akademik, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu agama yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.