Slarang Kidul – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tegal kembali menggelar kegiatan Sumatif Akhir Semester (SAS) dengan format berbasis online untuk siswa kelas 4. Kegiatan ini berlangsung menggunakan media komputer, ponsel android, dan perangkat digital lainnya, membuktikan bahwa madrasah ini terus beradaptasi dengan teknologi pendidikan modern.
Selama tiga hari pertama, mata pelajaran yang diujikan meliputi mata pelajaran agama dan Bahasa Arab. Ujian pertama dimulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB, diikuti oleh ujian kedua pukul 09.30 hingga 11.00 WIB. Kendati sempat menghadapi kendala teknis pada hari pertama akibat login serentak yang menyebabkan akses lambat, tim teknisi dan proktor bertindak cepat mengatasi masalah tersebut sehingga pelaksanaan tetap berjalan lancar.
“Setiap hari pertama asesmen biasanya ada kendala seperti ini, tetapi kami siap menghadapinya. Dengan sigap, semua siswa bisa kembali login dan menyelesaikan ujian tanpa dirugikan,” ujar Mas Aufa, selaku proktor. Sebelum memulai ujian, siswa terlebih dahulu mendapatkan token dari pengawas ruang sebagai langkah awal untuk masuk ke aplikasi ujian.
Pelaksanaan SAS ini dipantau langsung oleh proktor melalui server. “Kami memantau setiap pergerakan siswa, mulai dari login hingga menyelesaikan soal. Pemantauan ini penting untuk memastikan tidak ada siswa yang kesulitan atau tertinggal. Alhamdulillah, secara keseluruhan pelaksanaan SAS berbasis online ini berhasil dan sukses,” tambah Mas Aufa.
Kepala MIN 1 Tegal, H. Sekhudin, turut memberikan apresiasi terhadap kinerja tim teknisi dan proktor. “Kita bersyukur memiliki tim yang sigap, sehingga ketika terjadi kendala, siswa tetap nyaman dan ujian bisa berjalan lancar. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita untuk memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.
Kegiatan SAS ini tidak hanya menjadi evaluasi hasil belajar siswa, tetapi juga mengukur sejauh mana penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah. Dengan sistem ini, pendidik diberikan keleluasaan untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan siswa. SAS juga menjadi refleksi untuk menilai perubahan sikap dan keterampilan siswa berdasarkan kompetensi yang ditargetkan.
“Tujuan dari SAS adalah untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar siswa dan menjadi alat refleksi bagi pendidik. Dengan begitu, kita bisa terus meningkatkan kualitas pembelajaran di MIN 1 Tegal,” lanjut H. Sekhudin.
Sebagai agenda rutin yang diselenggarakan setiap semester, SAS berbasis online di MIN 1 Tegal diharapkan menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kesuksesan penyelenggaraan ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat diintegrasikan dengan baik dalam sistem pendidikan, memberikan pengalaman belajar yang lebih adaptif dan relevan bagi siswa.