Lebaksiu – Kebahagiaan terpancar dari wajah salah satu santri Islamic Boarding School (IBS) MTsN 1 Tegal, Bima Laksana Pramudita, yang berhasil mengkhatamkan hafalan 42 Hadits Arbain Nawawi tepat pada hari ke-15 bulan Ramadhan. Prestasi luar biasa ini menjadi bukti nyata ketekunan para santri dalam mengikuti program hafalan hadits yang menjadi bagian dari kegiatan Ramadhan di IBS MTsN 1 Tegal.
Program hafalan Hadits Arbain Nawawi merupakan salah satu agenda unggulan IBS MTsN 1 Tegal selama bulan Ramadhan. Tujuan utama dari program ini adalah menanamkan pemahaman dan pengamalan hadits-hadits Rasulullah SAW kepada para santri sejak dini. Setiap santri ditargetkan menghafalkan 42 hadits dari kitab Arbain Nawawi, yang kemudian mereka setorkan setiap hari setelah sholat Ashar melalui metode sorogan.
Metode sorogan, yang lazim digunakan di pondok pesantren, memungkinkan santri menyetorkan hafalan hadits secara bergiliran kepada pembimbing. Di antara para santri yang mengikuti program ini, Bima menonjol sebagai salah satu yang paling gigih. Pembimbing hafalan hadits, Ust. Maptuh Ihsan, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Bima.
“Sejak kelas 7, Bima memang sudah terlihat sebagai santri yang memiliki semangat tinggi dalam menghafal. Setiap kali diberikan target hafalan, ia selalu menyelesaikannya lebih cepat dibanding teman-temannya. Alhamdulillah, dalam kegiatan Ramadhan ini, Bima bisa mengkhatamkan 42 Hadits Arbain Nawawi dengan lancar. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi dirinya dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bima sendiri merasa bersyukur bisa menyelesaikan hafalan dengan baik. Menurutnya, proses menghafal ini membutuhkan kedisiplinan, kesungguhan, dan konsistensi.
“Saya merasa sangat bersyukur bisa menyelesaikan hafalan ini. Dengan bimbingan para ustaz dan dukungan teman-teman, saya bisa menuntaskannya tepat di hari ke-15 Ramadhan. Semoga hafalan ini bisa terus saya jaga dan bermanfaat untuk kehidupan saya,” ungkapnya.
Program hafalan Hadits Arbain di IBS MTsN 1 Tegal bukan hanya sekadar pencapaian akademik, tetapi juga merupakan bagian dari pembentukan karakter Islami bagi para santri. Melalui hafalan hadits, para santri diajak untuk memahami ajaran Rasulullah SAW secara mendalam, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan Bima menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. Pihak madrasah berharap program ini dapat terus berkembang dan semakin banyak santri yang mampu mengkhatamkan hafalan hadits dengan baik.
Dengan kesungguhan dan ketekunan, hafalan hadits bukan hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga bekal hidup yang akan membawa keberkahan di dunia dan akhirat.