Lebaksiu – MTsN 1 Tegal sukses menggelar Ujian Praktik Ibadah pada Senin (17/3), yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi salah satu evaluasi penting dalam pembelajaran agama Islam di madrasah, bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman serta keterampilan siswa dalam mengamalkan ajaran agama.
Dalam ujian praktik ini, terdapat tiga jenis uji yang harus dilalui oleh para siswa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yaitu Uji Hafalan Juz 30, Uji Tahlil, serta Uji Pemulasaran Jenazah. Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan penguji yang berbeda-beda sesuai dengan bidang masing-masing.
Ujian praktik ini dilaksanakan di beberapa lokasi yang telah ditentukan. Uji Hafalan Juz 30 dan Uji Tahlil dilaksanakan di dalam kelas dengan suasana yang kondusif dan tertib. Siswa diuji satu per satu sesuai giliran, menunjukkan hafalan mereka dengan lancar di hadapan penguji yang telah ditunjuk. Penguji menilai aspek kelancaran, ketepatan bacaan, serta tajwid dan makharijul huruf yang digunakan dalam membaca ayat suci Al-Qur’an dan bacaan tahlil.
Sementara itu, Uji Pemulasaran Jenazah dilaksanakan di area indoor madrasah. Dalam ujian ini, siswa diuji kemampuannya dalam mempraktikkan tata cara pemulasaran jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga tata cara penguburan jenazah. Setiap kelompok siswa secara bergantian menjalankan proses praktik dengan bimbingan dan penilaian langsung dari penguji.
Kegiatan ujian praktik ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa dengan tertib menunggu giliran masing-masing dan berusaha melakukan praktik sebaik mungkin. Harapan besar mereka adalah mendapatkan hasil ujian yang terbaik, dengan target nilai mumtaz atau istimewa.
Sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan pencapaian mereka, madrasah akan memberikan syahadah atau sertifikat penghargaan kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam setiap kategori ujian. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan ibadah mereka, baik dalam hafalan, pemahaman doa-doa, maupun keterampilan dalam pemulasaran jenazah yang menjadi bekal berharga bagi kehidupan bermasyarakat.
Kepala MTsN 1 Tegal dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian praktik ibadah ini bukan sekadar formalitas akademik, tetapi lebih dari itu, menjadi sarana bagi para siswa untuk benar-benar menginternalisasi ilmu agama yang telah mereka pelajari. “Kami berharap siswa tidak hanya bisa lulus ujian dengan nilai baik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari serta membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Semangat dan kesungguhan mereka dalam mengikuti ujian menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam menjaga dan mengamalkan ajaran Islam. Madrasah terus berkomitmen untuk membina karakter dan keilmuan siswa agar kelak menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi masyarakat.