Bojong, 20 Maret 2025 – Keluarga besar MTs Negeri 4 Tegal kembali menunjukkan sikap simpati dan empati dalam membangun kebersamaan di lingkungan madrasah. Hal ini terlihat dalam aksi solidaritas yang mereka tunjukkan ketika salah satu wali murid mengalami musibah berupa meninggalnya anggota keluarga. Sebagai bentuk kepedulian, para guru, siswa, dan warga madrasah melakukan takziah sebagai perwujudan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Takziah tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga merupakan ajaran Islam yang sangat dianjurkan. Dalam Islam, mengunjungi keluarga yang sedang berduka bertujuan untuk menghibur, mendoakan, dan memberikan dukungan moral agar mereka tetap tabah menghadapi cobaan. Kegiatan ini juga mencerminkan bahwa MTs Negeri 4 Tegal tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter mulia bagi peserta didiknya.
Kepala MTs Negeri 4 Tegal, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya menanamkan rasa empati dalam diri setiap peserta didik. “Kegiatan takziah ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar tentang makna solidaritas, berbagi kepedulian, serta menghormati orang lain dalam situasi duka. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kunjungan, para warga madrasah juga ikut mendoakan almarhum serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Mereka tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turut membantu dengan menyiapkan makanan atau memenuhi kebutuhan keluarga yang berduka sebagai wujud kebersamaan.
Salah satu wali murid yang menerima kunjungan takziah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan oleh madrasah. “Kami merasa sangat terbantu dan dikuatkan dengan kehadiran para guru dan siswa. Kehadiran mereka menjadi penghibur bagi keluarga kami, sekaligus membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga membangun kebersamaan,” ungkapnya haru.
Para siswa yang turut serta dalam kegiatan ini juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Fatimah, siswi kelas VIII, mengatakan bahwa kegiatan takziah ini membuatnya semakin memahami pentingnya berbagi rasa dalam kebersamaan. “Saya belajar bahwa dalam kesedihan, kehadiran kita bisa menjadi penguat bagi orang lain. Ini pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” katanya.
Dengan adanya kegiatan takziah ini, MTs Negeri 4 Tegal terus berupaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didiknya. Tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, madrasah ini juga menanamkan akhlak mulia dan kepedulian sosial kepada setiap siswa, agar mereka menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki hati yang penuh empati.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi budaya positif di madrasah serta menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam membangun lingkungan yang penuh kasih sayang, solidaritas, dan kebersamaan.