Slarang Kidul – Sore yang hangat di halaman MIN 1 Tegal terasa berbeda dari biasanya. Deretan kursi telah tertata rapi, raut wajah ceria tampak dari para siswa, guru, dan tamu undangan. Suasana penuh haru menyelimuti acara santunan anak yatim dan dhuafa yang digelar pada Kamis (20/3/2025) sebagai wujud nyata kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kegiatan mulia ini tak sekadar seremonial, tetapi menjadi momen menyentuh yang menanamkan nilai empati dan berbagi kepada seluruh keluarga besar madrasah. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah H. Sekhudin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan cerminan dari ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang dan perhatian terhadap sesama. “Kami ingin para siswa belajar bahwa berbagi itu membahagiakan. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanam benih kebaikan,” ujarnya penuh makna.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema syahdu, membuka hati setiap yang hadir. Dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustaz Abdul Karim yang mengingatkan pentingnya menjadikan harta sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagi kepada yang membutuhkan. “Rezeki yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Jangan ragu untuk memberi, karena Allah akan menggantinya dengan berkah yang tak disangka,” pesannya.
Santunan diberikan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa dalam bentuk uang tunai serta paket sembako berisi beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Yang istimewa, seluruh bantuan ini berasal dari infaq para guru, siswa, dan donatur internal madrasah yang dikumpulkan selama Ramadan. Bukti nyata bahwa semangat berbagi bisa tumbuh dari lingkungan pendidikan.
Kegiatan makin hangat dengan dibagikannya takjil untuk berbuka bersama. Aroma kolak, kurma, dan teh manis mengiringi momen kebersamaan jelang Maghrib. Setelah berbuka, seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah dan memanjatkan doa untuk keberkahan dan kesehatan semua pihak yang telah berkontribusi.
Salah satu penerima santunan, Aisyah, tak kuasa menahan haru. “Terima kasih banyak kepada madrasah, guru, dan semua yang peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tuturnya dengan senyum penuh rasa syukur.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini telah menjadi tradisi penuh makna di MIN 1 Tegal. Melalui kegiatan santunan, diharapkan benih kepedulian sosial dapat tumbuh subur dalam jiwa generasi muda—menjadikan mereka insan berilmu yang juga peka terhadap kondisi sekitar.