Slarang Kidul – Suasana haru dan hangat menyelimuti aula Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tegal saat Kepala Madrasah, H. Sekhudin, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1446 H, yang telah berlangsung selama tiga hari penuh makna.
Acara penutupan ini bukan sekadar seremoni biasa. Aula madrasah disulap menjadi ruang syahdu yang penuh nuansa Islami pada hari kamis (20/3), dihadiri para siswa, guru, staf madrasah, serta perwakilan orang tua yang ikut larut dalam atmosfer kebersamaan dan spiritualitas Ramadan.
Dalam sambutannya, H. Sekhudin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas suksesnya pelaksanaan kegiatan. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat. Kami berharap anak-anak kita tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman hidup sehari-hari,” ujarnya penuh semangat.
Selama tiga hari pelaksanaan, Pesantren Ramadhan MIN 1 Tegal menyuguhkan berbagai kegiatan yang tak hanya mendidik tetapi juga menyenangkan. Mulai dari sholat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, praktik wudhu dan sholat, hingga lomba-lomba Islami seperti cerdas cermat, hafalan surah pendek, dan adzan.
Puncak acara penutupan berlangsung semarak dengan penampilan hafalan surah-surah pendek oleh para siswa, yang disambut tepuk tangan bangga dari para hadirin. Tak hanya itu, momen spesial juga ditandai dengan pembagian santunan bagi siswa yatim dan dhuafa, serta berbagi takjil dan buka puasa bersama.
“Pesantren Ramadhan ini bukan hanya tentang kegiatan, tapi tentang menanamkan cinta kepada Islam sejak dini, membangun kebiasaan baik, dan memperkuat persaudaraan,” ujar salah satu guru pembimbing yang juga turut terharu melihat antusiasme para siswa.
Doa bersama menjadi penutup acara, dipimpin oleh salah satu guru agama, yang memohon keberkahan atas ilmu yang telah dipelajari dan memanjatkan harapan agar para siswa tetap menjaga semangat ibadah meski Ramadan usai.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, kegiatan belajar mengajar akan kembali berjalan seperti biasa usai libur Idul Fitri 1446 H. Namun semangat Ramadan diharapkan tetap membekas dalam jiwa setiap siswa.
“Ramadhan boleh berlalu, tapi kebiasaan baik jangan ikut hilang. Jadikan Ramadan sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih mulia,” tutup H. Sekhudin.