Lebaksiu – Memasuki malam-malam terakhir bulan Ramadhan, Kepala MTsN 1 Tegal, H. Ahmad Zahid, S.Ag., M.Ed., menyampaikan pesan kepada seluruh siswa agar senantiasa meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan dalam mencari Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan.
Dalam pengarahan usai sholat Zhuhur berjamaah, beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah, dzikir, serta membaca Al-Qur’an. Selain itu, beliau juga mengajak para siswa untuk terus berbuat baik, membantu sesama, dan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita telah berada di pertengahan malam terakhir Ramadhan, di mana Allah menjanjikan malam Lailatul Qadar. Jadikan kesempatan ini untuk lebih giat beribadah, memperbaiki diri, dan memohon ampunan kepada Allah. InsyaAllah, dengan kesungguhan kita, Allah akan memberikan keberkahan dan kemuliaan di malam yang istimewa ini,” ujar beliau.
Dalam kesempatan tersebut, Kamad juga menyoroti pentingnya ilmu pemulasaran jenazah yang telah dipraktikkan oleh siswa kelas 9. Praktik pemulasaran jenazah, yang meliputi memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan jenazah, bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bekal hidup yang sangat berharga bagi siswa, keluarga, dan masyarakat.
“Ilmu pemulasaran jenazah ini sangat penting karena merupakan fardu kifayah, yang berarti kewajiban kolektif bagi umat Islam. Jika tidak ada yang bisa melakukannya, maka kita semua berdosa. Oleh karena itu, apa yang telah kalian pelajari bukan hanya berguna untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membantu keluarga dan masyarakat saat dibutuhkan,” terang beliau.
Kegiatan praktik pemulasaran jenazah yang dilaksanakan di Indoor Madrasah MTsN 1 Tegal ini diikuti dengan serius oleh seluruh peserta. Dengan bimbingan para guru agama, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dengan metode halaqoh agar lebih mendalam.
Beliau berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami teori dan praktiknya, tetapi juga memiliki kesiapan mental serta keikhlasan dalam menjalankan tugas sosial keagamaan ini.
Jangan hanya belajar untuk lulus ujian, tetapi jadikan ilmu ini sebagai bagian dari ibadah kita kepada Allah. Dengan pemahaman dan keterampilan ini, insyaAllah kalian dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat di tengah masyarakat,” pungkas beliau.
Pesan Kepala Madrasah ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pembelajaran. Selain mencari Lailatul Qadar, siswa juga dibekali ilmu dan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak.
Dengan semangat ini, diharapkan siswa dapat mengisi bulan suci ini dengan hal-hal positif, memperkuat keimanan, dan semakin siap menjadi generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.