Slawi, 10 Desember 2024 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tegal kembali menunjukkan komitmennya terhadap keadilan akademik dengan menggelar ujian sumatif susulan bagi siswa yang tidak dapat mengikuti ujian utama. Ujian ini diselenggarakan pada Senin (10/12) hingga Selasa (11/12) di ruang kelas yang telah disiapkan oleh panitia khusus.
Kepala MAN 1 Tegal, H. Imam Shofwan, menjelaskan bahwa ujian sumatif susulan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa dalam menyelesaikan evaluasi akhir semester. “Kami memahami bahwa ada situasi di mana siswa tidak dapat hadir pada jadwal utama. Ujian ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam kewajiban akademik,” ujar Imam Shofwan.
Pelaksanaan ujian susulan mengikuti standar yang sama dengan ujian utama, baik dalam pengawasan maupun jenis soal yang diberikan. Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Tolchah Kais, menegaskan bahwa soal ujian telah disesuaikan untuk menjaga keadilan dan integritas. “Pengawasan tetap dilakukan dengan ketat untuk memastikan ujian berlangsung lancar dan sesuai prosedur,” tambah Tolchah.
Para siswa yang mengikuti ujian susulan menyambut baik kesempatan ini. Salah satunya, Dimitar Gifarani, mengungkapkan rasa syukur atas kebijakan madrasah. “Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk mengejar ketertinggalan. Ini membantu saya agar tetap mendapatkan nilai yang maksimal di akhir semester,” ujar Dimitar penuh semangat.
Ujian sumatif susulan ini juga mencerminkan perhatian MAN 1 Tegal terhadap kebutuhan siswa yang mungkin menghadapi kendala tak terduga, seperti sakit atau alasan mendesak lainnya. Dengan adanya kebijakan ini, pihak madrasah ingin memastikan semua siswa memiliki akses yang setara terhadap pendidikan.
Ujian yang berlangsung selama dua hari ini diawasi oleh tim guru yang telah ditunjuk. Panitia penyelenggara memastikan bahwa suasana ujian tetap kondusif dan mendukung siswa untuk mengerjakan soal dengan fokus. Semua peserta ujian terlihat serius dan berusaha memberikan yang terbaik.
Menurut H. Imam Shofwan, pelaksanaan ujian susulan ini adalah bentuk nyata dari pelayanan pendidikan yang inklusif. “Kami berharap langkah ini dapat memotivasi siswa untuk terus semangat belajar dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan,” tuturnya.
Dengan ujian sumatif susulan ini, MAN 1 Tegal berhasil memastikan seluruh siswanya menyelesaikan semester ini dengan baik. Kebijakan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga pada proses dan keadilan dalam pendidikan.