(Dukuhwaru.IPARI) Pengajian komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS) Kabupaten Tegal telah dilaksanakan di rumah Ahsan, Desa Slarang Lor Kec. Dukuhwaru, Sabtu (22/2/2025). Pengajian ini dihadiri sekitar 40 anggota dan menjadi ajang silaturahim serta sarana menyampaikan berbagai informasi dari Dinas terkait.
Pada kesempatan kali ini, Nurmaidah selaku ketua DTLS Kabupaten Tegal, menyampaikan informasi tentang persyaratan yang harus dilengkapi ketika mengajukan bantuan alat bantu dengar (ABD) ke Dinas. Nurmaidah juga menegaskan adanya komitmen dari anggota komunitas agar selalu menjunjung kebersamaan di setiap pengajian dan kegiatan DTLS.
Pengajian diawali dengan tadarus khotmil Qur’an dan do’a bersama dipimpin oleh Musyarofah, orang tua DTLS. Sementara itu, Muktaromah Penyuluh Agama Kabupaten Tegal sekaligus narasumber pada kegiatan kali ini mengajak kepada seluruh orang tua DTLS agar bisa mendampingi putra-putri mereka nanti di bulan Ramadan.
“Anak-anak tuli wicara sekalipun mereka memiliki gangguan pendengaran dan ada keterbatasan berbicara, pada dasarnya mereka memiliki akal yang sehat dan fisik yang kuat. Maka sebagai orang tua punya kewajiban mengajak putra putrinya berpuasa dan juga ibadah mahdhoh yang lain,” tutur Muktaromah.
Muktaromah menjelaskan syarat wajib berpuasa, rukun puasa, dan perkara yang membatalkan berpuasa. Dengan ilmu ini diharapkan para orang tua bisa mentransfer ilmunya ke anak-anak istimewa mereka, bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik dan dapat diterima oleh Allah SWT. Muktaromah berharap adanya komitmen dari seluruh orang tua dari anak tuli wicara tersebut.
Pengajian ditutup dengan bacaan Asmaul Husna. Dengan demikian, diharapkan kegiatan pengajian tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak disabilitas, serta membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kegiatan pengajian tersebut juga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya mempersiapkan diri untuk memasuki bulan suci Ramadan.
Dengan komitmen yang kuat, komunitas DTLS Kabupaten Tegal dapat terus menjalankan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak disabilitas.
Dengan demikian, diharapkan kegiatan pengajian tersebut dapat menjadi momentum bagi komunitas DTLS Kabupaten Tegal untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak disabilitas.