Margasari – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, H.M. Aqsho, M.Ag, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Ujian Bersama TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dengan metode Asy-Syifa yang diselenggarakan oleh IGTPQ Muslimat NU Kecamatan Margasari. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 28 hingga 30 Januari 2025, ini bertempat di Gedung MWC NU Kecamatan Margasari dan diikuti oleh ratusan santri dari berbagai TPQ.
Dalam kunjungannya pada hari terakhir ujian Kamis (30/1), H.M. Aqsho, M.Ag didampingi oleh Kasi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, H. Syaifudin Zuhri, S.Ag. Kedatangan mereka disambut hangat oleh para pengurus, penguji, dan santri yang tengah mengikuti ujian. Antusiasme para santri terlihat jelas, menunjukkan semangat mereka dalam menyelesaikan rangkaian ujian praktik keagamaan.

Sebanyak 353 santri dari 25 lembaga TPQ se-Kecamatan Margasari mengikuti ujian ini. Berbeda dari ujian pada umumnya, seluruh materi yang diuji melibatkan praktik langsung, bukan sekadar teori. Di antara materi yang diuji adalah praktik shalat Subuh, wudhu, barzanji, khot (kaligrafi Arab), hafalan Juz Amma’, bacaan Iqro’, hafalan surat pendek, adzan dan iqamah, doa harian, serta praktik shalat jenazah. Model ujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa para santri tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari.
Setiap hari, ujian dibagi berdasarkan jumlah peserta. Pada hari pertama, sebanyak 118 santri mengikuti ujian, disusul oleh 136 santri di hari kedua, dan 99 santri di hari terakhir. Tim penguji berasal dari IGTPQ Muslimat NU Metode Asy-Syifa Kabupaten Tegal yang telah berpengalaman dalam membimbing dan menilai kompetensi santri. Ustaz Fauzan, Koordinator Metode Asy-Syifa Kecamatan Margasari, menyatakan bahwa ujian ini merupakan bagian dari evaluasi berkala untuk memastikan kualitas pendidikan di TPQ tetap terjaga.

Ketua Badko LPQ Kecamatan Margasari, Ustadz Darto, mengapresiasi antusiasme para santri serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Kemenag Kabupaten Tegal. Ia juga mengajak seluruh guru TPQ untuk terus menjaga komitmen dalam mengelola kurikulum pendidikan Al-Qur’an agar peserta ujian dapat mencapai standar kelulusan yang ditetapkan. “Kita tidak hanya ingin anak-anak pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintainya dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujar Ustadz Darto.
Dalam sambutannya, H.M. Aqsho, M.Ag menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an sejak dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa santri tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami dan mampu mengamalkan ilmu yang telah mereka pelajari. Saya berharap metode Asy-Syifa ini terus dikembangkan dan diimplementasikan di seluruh TPQ di Kabupaten Tegal,” ungkapnya.

Di akhir kunjungannya, beliau berpesan kepada para santri untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. “Ilmu yang kalian pelajari hari ini adalah bekal untuk masa depan. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lainnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an.
Kegiatan Ujian Bersama TPQ Metode Asy-Syifa ini bukan hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momen untuk mempererat hubungan antarlembaga TPQ di Kecamatan Margasari. Dengan dukungan penuh dari Kantor Kemenag Kabupaten Tegal, diharapkan program ini dapat terus berlangsung dan menjadi standar dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi generasi penerus.