Slarang Kidul – Sebanyak 17 guru dari MIN 1 Tegal berpartisipasi dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) berupa ziarah dan study tour ke Bandung. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 7-8 Desember 2024, dengan keberangkatan dari Lebaksiu pada Sabtu, 7 Desember 2024, pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini dilepas secara resmi oleh Ketua KKM MI Kecamatan Lebaksiu, H. Nurkholis, M.Pd.I, yang memberikan apresiasi tinggi kepada para pengurus KKG atas terlaksananya kegiatan yang sangat bermakna ini.
Dalam sambutannya, H. Nurkholis menyampaikan kebanggaannya terhadap pengurus KKG MI Lebaksiu yang telah berhasil mengorganisasi kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah, pengawas, dan para guru MI se-Kecamatan Lebaksiu. “Saya berikan apresiasi dan bangga kepada pengurus KKG dengan terlaksananya kegiatan ini. Semoga perjalanan ziarah dan study tour ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi semua peserta,” ungkapnya.
KKG MI Lebaksiu dikenal sebagai wadah strategis bagi guru-guru untuk berbagi inspirasi, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan profesionalisme. Komarudin, Ketua KKG MI Lebaksiu, menekankan bahwa kegiatan ini telah direncanakan sejak awal tahun pelajaran. “Tujuan utama kami adalah menguatkan silaturahmi antar guru serta menambah wawasan melalui kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan edukatif,” jelasnya.
Selama kegiatan, para peserta mengunjungi beberapa lokasi penting. Rangkaian ziarah dimulai dengan kunjungan ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, dilanjutkan dengan wisata religi ke Masjid Al Jabar di Bandung, dan diakhiri dengan eksplorasi Jatinangor International Park. Lokasi-lokasi ini dipilih karena nilai sejarah, spiritual, dan edukasi yang tinggi, sehingga diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi para guru.
Hj. Eni Wahyuningsih, salah satu peserta dari MIN 1 Tegal, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan hubungan baik antar guru. Selain itu, kegiatan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” ujarnya.
Dalam perjalanan, para peserta terlihat sangat antusias, baik saat berziarah maupun mengikuti sesi diskusi selama perjalanan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan ruang refleksi spiritual dan inspirasi bagi para guru dalam menjalankan tugas mereka di dunia pendidikan.
Lebih dari sekadar wisata, kegiatan ziarah dan study tour ini menjadi momen untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kerja sama antar guru MI se-Kecamatan Lebaksiu. Dengan suasana yang penuh keakraban, para peserta sepakat bahwa kegiatan ini perlu dijadikan agenda tahunan.
Ketua KKG MI Lebaksiu, Komarudin, menambahkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan destinasi yang lebih variatif. “Kami berharap kegiatan ini menjadi tradisi yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga meningkatkan wawasan dan profesionalisme guru MI di Kecamatan Lebaksiu,” tutupnya.