Bojong – Rabu ini (8/12), suasana berbeda terasa di MTs Negeri 4 Tegal. Ribuan modul pembelajaran untuk 16 mata pelajaran, baik pelajaran umum maupun agama, resmi tiba dan langsung menjadi perhatian khusus. Modul-modul tersebut diharapkan mampu memperkaya referensi pembelajaran bagi para siswa sekaligus menambah koleksi literatur di perpustakaan madrasah.
Kepala Perpustakaan MTs Negeri 4 Tegal, Ahmad Fauzi, S.Pd, menyampaikan bahwa kehadiran modul-modul ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap pengembangan literasi siswa. “Perpustakaan dikenal sebagai pendorong budaya literasi, baik di madrasah maupun masyarakat umum. Saat ini, perpustakaan memiliki peran sekaligus tantangan untuk meningkatkan budaya literasi, khususnya di kalangan siswa madrasah,” ujarnya.
Ahmad Fauzi menjelaskan pentingnya memahami konsep literasi perpustakaan. “Literasi perpustakaan adalah kemampuan lanjutan untuk mengoptimalkan informasi yang tersedia di perpustakaan. Banyak hal di perpustakaan yang apabila dipahami dan dimanfaatkan, dapat memberikan dampak besar bagi pengembangan literasi,” tambahnya.
Lebih jauh, Ahmad Fauzi menguraikan beberapa tujuan penting literasi perpustakaan. Di antaranya adalah kemampuan memahami perbedaan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami sistem klasifikasi Dewey Decimal, serta penggunaan katalog dan pengindeksan. Semua itu, menurutnya, merupakan keterampilan penting yang dapat membantu siswa dan masyarakat dalam menuntaskan tugas, penelitian, bahkan menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kedatangan ribuan modul ini juga menjadi momentum untuk mendorong siswa menciptakan karya baru. Ahmad Fauzi berharap literasi perpustakaan tidak hanya membantu siswa dalam belajar, tetapi juga menjadi alat untuk melahirkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi lingkungan madrasah dan masyarakat.
“Dengan memahami literasi perpustakaan, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif,” imbuhnya.
Ke depannya, MTs Negeri 4 Tegal bertekad menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan literasi yang mumpuni. Harapan besar disematkan agar perpustakaan ini dapat menjadi contoh bagi madrasah lainnya dalam mengembangkan budaya literasi.
“Kami berharap semua pihak, baik siswa, guru, maupun masyarakat sekitar, terus mendukung dan memanfaatkan perpustakaan ini. Bersama, kita bisa menciptakan lingkungan literasi yang lebih baik,” tutup Ahmad Fauzi dengan penuh optimisme.