Slarang Kidul – Suasana halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tegal tampak berbeda pada Kamis sore (20/3) menjelang berbuka puasa. Ratusan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 berkumpul bersama para guru serta staf madrasah dalam sebuah acara buka bersama yang penuh kehangatan, tawa, dan makna kebersamaan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Pesantren Ramadhan yang digelar selama bulan suci penuh berkah ini.
Acara dibuka dengan tausiah singkat dari Kepala Madrasah, H. Sekhudin, yang menyampaikan pentingnya menjadikan momen Ramadan sebagai sarana untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama. “Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga mendidik kita untuk peduli dan berbagi. Buka bersama ini menjadi simbol nyata dari ukhuwah dan empati di lingkungan madrasah,” ujarnya dengan penuh semangat.
Tausiah tersebut seolah menyentuh hati para peserta. Tampak wajah-wajah antusias mendengarkan setiap kalimat yang disampaikan. Anak-anak yang biasanya sibuk dengan aktivitas belajar, kini larut dalam nuansa spiritual yang hangat, menyatu dalam kebersamaan yang tak selalu mereka rasakan di hari-hari biasa.
Saat adzan Maghrib berkumandang, suasana menjadi syahdu. Makanan sederhana yang tersaji di atas tikar panjang menjadi pengikat kebersamaan. Saling menyuap kurma, berbagi air mineral, hingga canda ringan di antara suapan hidangan menciptakan suasana yang tak ternilai. Bahkan beberapa siswa tampak saling bertukar cerita Ramadan, mulai dari puasa pertamanya hingga menu favorit buka puasa di rumah.
Setelah santap bersama, kegiatan dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah yang berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan. Doa bersama pun dipanjatkan, memohon keberkahan di sisa Ramadan serta kelancaran kegiatan madrasah ke depan.
Tak hanya menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif. Anak-anak belajar bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, tapi juga tentang nilai-nilai solidaritas, keikhlasan, dan gotong royong.
“Senang banget bisa buka puasa sama teman-teman dan bapak ibu guru. Rasanya beda, seru dan menyenangkan. Jadi makin semangat puasanya!” ujar Aulia, siswi kelas 5 dengan mata berbinar.
Dengan kegiatan ini, MIN 1 Tegal menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pembinaan spiritual dan sosial. Buka bersama yang sederhana namun penuh makna ini menjadi langkah kecil namun berarti untuk menanamkan nilai-nilai luhur di hati generasi muda.