Bojong — Suasana Ramadhan di MTs Negeri 4 Tegal terasa lebih bermakna tahun ini. Setelah 20 hari pelaksanaan kegiatan Ramadhan yang penuh dengan pembinaan keagamaan dan nilai-nilai kepedulian sosial, hari Kamis (20/3) menjadi momen puncak: panitia zakat madrasah menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, sebelum memasuki libur akademik.
Zakat fitrah yang terkumpul dari para peserta didik ini kemudian disalurkan ke berbagai desa di sekitar madrasah, di antaranya Desa Pucangluwuk, Gunung Jati, Batunyana, Kajenengan, Sangkanayu, hingga Plakaran di wilayah Moga, Kabupaten Pemalang. Penyaluran dilakukan secara langsung kepada para mustahik (penerima zakat) maupun melalui amil zakat (petugas zakat) yang telah ditunjuk dan dipercaya oleh panitia.
Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya menjadi ladang amal, namun juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara madrasah dengan masyarakat sekitar. Proses distribusi zakat turut dibantu oleh warga desa secara sukarela, menciptakan suasana gotong royong dan kebersamaan yang mencerminkan semangat Ramadhan yang sesungguhnya.
“Zakat fitrah yang disalurkan berupa bahan makanan pokok, yaitu beras sebanyak 2,75 kg atau setara 3 liter per jiwa. Kami prioritaskan untuk membantu kecukupan pangan dan menghadirkan kegembiraan bagi fakir miskin menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar salah satu panitia zakat MTs Negeri 4 Tegal.
Sasaran penyaluran zakat tidak hanya terbatas pada golongan fakir dan miskin. Sebagaimana ketentuan dalam syariat Islam, zakat juga diberikan kepada amil zakat, mualaf, hamba sahaya, orang berhutang, orang yang berjihad di jalan Allah, dan musafir (orang dalam perjalanan) yang layak dibantu. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan zakat oleh madrasah tidak hanya simbolik, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip fikih zakat yang holistik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pendidikan karakter bagi para siswa. Mereka tidak hanya diajarkan tentang teori zakat dalam kelas, tapi juga dilibatkan dalam proses pengumpulan hingga penyaluran. Dengan begitu, nilai-nilai empati, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial tumbuh secara nyata dalam diri mereka.
MTs Negeri 4 Tegal membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, melainkan juga soal menyemai kebaikan dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Di bulan penuh berkah ini, mereka tidak hanya menyalurkan beras, tetapi juga harapan dan kebahagiaan bagi sesama.